Friday, May 23, 2014

Wanderlust*

* wanderlust: (n.) A strong desire or urge to wander or travel and explore the world

Apa alasan orang untuk untuk keluar dari kota tempat tinggalnya? Untuk pergi ke tempat baru yang belum dia kenal sama sekali? Apa alasan orang untuk traveling?
Banyak. Ada banyak alasan.

Ada alasan kenapa harus angkat backpack atau angkat koper jauh-jauh. Salah satunya adalah cari duit! Iya, cari duit. apalagi kalau lu porter angkut barang di stasiun atau bandara. Mayan kan tuh ya, dapet duit, angkat beban trus badan lu kekar, trus seenggaknya pegang koper yang pernah dari tempat oke. Padahal mungkin kopernya ditaro di jalanan bekas pipis kuda atau bekas..... ta... *hoek* *sigh*
Kenapa jadi ngelanturrr, fokus ayo fokuss! 

Tapi buat gue, ada tiga alasan paling bagus buat traveling yaituuu... 
mimpi, sakit hati dan you want to find yourself in a new place u have never been.

But bear in mind, tiga alasan itu bukan karena gue keseringan mimpi, keseringan sakit hati atau gak nemu jati diri, yaa? Please, emang kalo putus sama pacar harus jadi patah hati? enggak lah.. *self toyor*. Gue tau kalau kadang semua yang kita pengen gak selamanya kesampaian. Tapi ketiga hal tadi,kalau kita mau lebih 'melek' lagi sebenernya bisa jadi motivasi supaya kita lebih semangat ngejalanin hidup, bangun tiap pagi dan senyum seenggaknya sehari sekali. 

I had this thought when I was a kid (and until now when I got older and cuter, thankyou :)), that someday I'll step my unyu foot in a foreign country. First country that crossed my mind, as it always does, is Britain. Ketiga alasan tadi adalah jembatan gue buat milih Inggris jadi destinasi impian gue.

Why? yuk mari gue jelasin:

1. MIMPI

Gue dulu selalu kebayang kalau Inggris adalah asal muasal dari semua dongeng putri kesukaan anak-anak lucu menggemaskan kayak gue. :)
Ngeliat Lady Di yang sebegitu anggunnya, ngebuat imajinasi gue terbang jauh.. Pake gaun anggun, minum teh ala bangsawan, terus kemana-mana pake kereta kuda. Gue pengen banget sekolah di Eropa, dimana mereka punya akses paling baik untuk penelitian dan networking. Plus gara-gara Harry Potter yang mengisi setengah dari masa kanak-kanak gue nan indah itu, gue jadi makin jatuh cinta sama bangunannya, tempat sekolah idaman gue, Oxford. 
Dasar bocah, sederhana banget mikirnya dan begitu ada internet, imajinasi gue terkikis sedikit demi sedikit. Ternyata gue salah ngebayangin negara, yang kayak gitu mah di negara Eropa lainnya juga banyak. Tapi serius deh, walau makin banyak info tentang Inggris yang jauh berbeda sama bayangan, Inggris gak geser sejengkalpun dari mimpi gue. The perfect country to start my dream is England. Target gue adalah maksimal ketika umur gue 27, gue bisa ke Inggris, specifically London. Gue pengen tau wujud nyata dari mimpi gue selama ini, lebih baik dari yang gue bayangin atau sebaliknya. Atau kalau kesampaian ternyata gak se-amazing yang dibayangin, aku tetep nerimo, mas..

2. SAKIT HATI
Mimpi besar gue untuk pergi ke London, Inggris ternyata gak dimengerti semua orang. Ada yang antusias, ada yang biasa aja, ada juga yang ngetawain. Seriously, people, don't laugh at someone else's dream. That's kinda rude :\.
Begitu ada jalannya atau ketika niatnya udah bulet, orang itu akan super berusaha demi mimpinya terwujud. Mimpi gue untuk pergi ke Inggris pernah jadi alasan gue putus sama pacar  mantan pacar gue. Ciyus, ini kisah sedih di hari Minggu guys.. mantan pacar gue, yang gue kira bakal ngedukung mimpi besar gue ini, ternyata malah mencibir.
He said that I dream TOO BIG! HA. Apa salahnya punya mimpi yang besar? Sorry, you, big dreams is only for the bravest ones. Apparently he doesn't get that. Salah satu orang yang paling deket dan gue percaya, ternyata gak paham gue. Ketika sesuatu yang kamu pengen diketawain sama orang atau mimpi lo dilihat terlalu besar sama orang, cara terbaik untuk berdiri lagi adalah dengan bertekad dan berusaha sekuat tenaga untuk membuktikan kalau mereka salah besar ngetawain lo. Cmon, grab your backpack/ suitcase, we're going to a better place than here! PLEASE, jangan pernah kecil hati. So, chin up, sugar. :)

3. TO FIND YOURSELF IN A PLACE U HAVE NEVER BEEN
Kenapa harus ke tempat yang belum pernah? YA KALO UDAH SERING MAH NAMANYA PULANG KE RUMAH. ATAU KE KOSTAN. ATAU KE HATINYA. :|
Pergilah ketempat yang belum pernah didatengin, keluar dari rutinitas yang sekarang. Kan hidup cuman sekali..
Sering denger kan kalo 'masa muda ini lebih baik dipake untuk traveling'? Kenapa harus pas muda? Gak nanti aja kalo udah tua, udah punya duit gak berseri? Ya.. itu juga oke banget. Cuma gini, kalo lo gak pake masa muda ini, at least sekali seumur hidup lo ngelakuin hal-hal konyol, sekaliii aja waktu muda dipake berbuat sesuatu yang aneh (dan semoga gak bikin nyesel), misalnya foto-foto pake gaya planking or pake tongsis or anything, you name it, dan punya tenaga yang masih oke plus semangat yang membara, maka TRAVELINGLAH SELAGI MUDA. Kenapa target gw pergi ke London max umur gue 27? Karna kalo lebih dari itu, kayaknya gue harus berpikir sejuta kali buat ninggalin keluarga masa depan gue, ninggalin kerjaan, etc. (cieee, alesan lo future-oriented banget dah, Mblo! Kek yang udah punya calon aja...) 
Kenapa harus ke London, Inggris? Karena gue belom pernah ke Eropa, terutama ke negara impian gue, Inggris. Karena gue pengen tau rasanya naik underground tube sama double decker, kalo disana aroma keteknya sama gak kayak di Indonesia. Gue juga pengen tau kalo Big Ben (Elizabeth Tower kalo sekarang mah) itu kedengeran gak sih bunyi detiknya. Trus kayak apa ya aroma apartemennya Sherlock Holmes di 221B Baker Street dan wangi ruang gantinya pemain Liverpool kayak apa yaa? Siapa yang kakinya paling bau disana? Hehe... 


Source: Pinterest.com


I have a big dream, a broken heart to be fixed and I need one sweet escape to my dream destination. Setahun kebelakang ini, gue ngerasain 'jatuh dan ketimpa tangga plus genteng plus ujan badai' dan cuma ada 2 hal penting yang memotivasi gue setiap hari: gue harus nyelesein tesis gue biar keluarga gue bangga DAN gue percaya kalau semua kesulitan ini akan terbalaskan oleh satu hal manis: TRAVELING KE INGGRIS.

Jadi 3 alasan tadi adalah top three versi gue kenapa kita perlu traveling sekarang, selagi muda, ke tempat yang paling kita pengenin. 










<-- foto ama Veetos aja udah seneng banget, apa kabar entar foto ama Royal guard yang kece. Dreams don't work unless you do, do it from now than never.




Kalau kamu, apa alasanmu buat traveling dan mau kemana?




Monday, May 19, 2014

IT JUST HAPPEN ANYWAY



Restoran tempatku makan ini selalu ramai, namun tenang. 
Alunan musiknya memanjakan telinga. Minuman hangat yang kupesan dapat membuka perutku untuk mulai mencerna. Menghangatkan dadaku yang hampir beku karena angin kencang selama aku menunggunya di luar. Kunikmati tarikan napasku, setiap oksigen dan karbondioksida yang kuhembus. Kunikmati semuanya, selagi aku bisa. Sebelum dia memulai ceritanya.

Sebentar lagi dia akan bercerita panjang lebar, aku hanya patut mendengar saja atau sesekali mengangguk sambil minum sedikit. Dia mulai berbicara, sudah sebulan ini dia menceritakan tentang teman kami yang menurutnya mulai gila. Tapi kali ini berbeda, telingaku sudah panas dan mulutku gatal, suaraku sampai serak karena jarang dipakai. Lalu suaraku muncul begitu saja. Tidak keras, namun jelas. Lantang aku mengungkapkan ketidaksetujuanku dengannya. Mendadak dia diam ketika aku mulai berbicara. Aku bilang padanya kalau gila dan jatuh cinta itu berbeda. Terutama kalau hal itu menyangkut impian seseorang.

'Oke, jelaskan padaku. Kenapa?’, tantangnya.

Ah inilah bagian tersulitnya, dijawab panjang lebar pun dia takkan paham apalagi secara singkat, ucapku dalam hati. Kutarik napas panjang, aku harus mencoba kesempatan ini, siapa tahu dia mengerti.

'Jadi bayangkan, bayangkan hal paling indah. Sesuatu yang selalu ada sebelum kamu istirahat di malam hari, kamu benar-benar menginginkannya bahkan sampai terbawa di mimpimu. Bayangkan kalau kamu bertemu belahan jiwamu, cinta pertama atau cinta terakhirmu.. Bayangkan bahwa entah kenapa kamu merasakan ada gelombang-gelombang tak terdefinisikan menuntunmu kesana. Gelombang yang tidak akan dipahami walau dengan penelitian ilmiah. Gelombang yang tiba-tiba muncul, seolah semuanya adalah takdirmu. Seperti kamu memilih jodohmu, memilih pilihan hidupmu. Bahwa dengan memilihnya, cuaca, ekonomi serta omongan orang lain bukan lagi masalah. Tangisan-tangisan malammu akan hilang dalam pelukannya. Tidak ada lagi resah dan penyesalan dikemudian hari. Bahwa dengan memilihnya dan ada bersamanya semua hal terasa tepat. Tidak kurang, tidak lebih.’

Dia mulai menerawang, memvisualisasikan ucapanku. Kuteruskan lagi..

‘Bila kamu dengar namanya disebut, jantungmu akan berdetak lebih cepat. Lalu kamu merasa bahagia. Setiap orang punya gelombangnya masing-masing. Buatku gelombang itu seperti magnet, ia menarik jiwaku ke satu tempat.. Magnet yang selalu menarik diriku untuk bangun dari mimpi dan menjadikannya nyata. Lalu ketika kamu bangun, kamu tahu bahwa hal itu nyata dan kamu meyakininya begitu saja. Yakin seperti agamamu. Seyakin kamu tahu kalau kamu harus pergi ke Mekah, Vatikan, Jerusalem, India, Thailand atau sebutlah dimanapun kamu merasa tenang, bahwa kamu merasa kamu sudah pulang. Kamu tidak lagi perlu bertanya kenapa. Karena kamu sudah yakin, kamu percaya sepenuh hatimu.

Gelombang itu menarikku ke sebuah tempat. Tempat yang kumimpikan setiap hari, penyemangat hidupku. Aku yakin bahwa disana ada sudut-sudut yang siap menerimaku apa adanya. Menyinari senyumku dengan hangat matahari. Memelukku erat dengan suasana gelak tawa khas dari bar dan cafe. Membuatku tenang dengan perhatian lampu jalanan. Lalu aku merasa yakin, bahwa disanalah aku harus berada. Disanalah aku menyadari bahwa aku sebenarnya telah jatuh cinta.

Tempat itu memang masih asing bagiku tapi aku tahu nanti ketika aku tiba disana, aku akan bertemu dengan orang-orang yang memaknakan hidupnya, mencari kebebasan, mencari sudut untuk mengadukan keresahannya. Aku akan membuat orang lain tahu bahwa mimpi bisa menjadi nyata. Mimpi untuk hidup di tempat baru.'

'Memangnya ada yang seperti itu?’ tanyamu,

'Ada. Tempat itu ada buatku.'

'Apa?' tanyamu menantangku

Nada tanyanya mengesalkan, tapi tenanglah. Rahasia besar ini akan kubagi. Aku tarik napas sekali lagi, seakan-akan aku dapat melihat pintu surga. 

Buatku tempat itu bernama... 'London', jawabku.

Kamu terhentak, memundurkan kursimu. Kamu, setengah tertawa melihat mataku berkilat-kilat ketika aku bercerita.
'Hmmft! Kamu lucu,' katanya sambil menutup mulutnya dengan tangan, 'Sampai segitunya kamu bisa suka sama London? Inggris? LONDON?! Itu kan cuma kota, manusia, mobil dan.. yaa kota biasa! Kamu aneh. GILA KAMU! HAHAHA..' lalu kamu tertawa kencang sekali.

Aku menghela napas. Benar kan? Kamu tidak mengerti. Ini bukan sekedar suka.
Hei, aku ini jatuh cinta! Benar-benar jatuh cinta!
Aku gak butuh banyak alasan, gak sebanyak alasan kenapa aku atau orang lain harus terus duduk didepanmu. Aku sudah bosan denganmu. Bosan dengan semua ocehanmu yang harus aku tahu sampai aku mual. Aku ingin pergi darimu, ke suatu tempat yang selalu aku bayangkan.
Aku gak perlu tahu semuanya, aku cuma butuh waktu untuk menjelajahinya, menikmati setiap jengkalnya.
Because I love it just the way it is. Because I want to lose myself in it. In London. In every famous place and forgotten corners. In a fancy hotel or even an old wagon. Aku jatuh cinta. Cinta yang tidak butuh banyak alasan dan bualan.

Aku tahu ini nyata. Senyata padatnya underground tube, seramai pelukan dan ciuman di Trafalgar Square, seaman ketika kamu berdiri di sebelah Royal Guard. Aku tahu bahwa ini berarti kebebasan. Bebas untuk menjadi diriku di tempat yang lain. Bebas merasakan suasana yang ada, seperti sapuan angin diatas double decker yang mengacak-acak rambutku atau berteriak sekencangnya di stadion klub bola favoritku. Bebas tanpamu.

Gelombang magnet itu menarikku ke satu titik di dunia, satu titik dari seluruh antero jagat raya. Sebuah tempat yang memanggilku setiap saat, memilihku untuk mendekat. Magnetku ada di London. Yes, it just happen anyway. Aku percaya bahwa di London, aku akan bebas kembali. Aku akan jatuh cinta lagi. Aku akan hidup lagi.

Tapi dia bilang aku gila. Dia meragukan impianku. 
Dasar keras kepala!




*tulisan ini dibuat untuk #InggrisGratis
No, I'm not crazy.

See you around people, wish me tons of luck! :)

Thursday, May 1, 2014

What is the reason of your existance?


That question not only come once or twice in my life. It's come EVERY.SINGLE.DAY of my life. I don't know about you, but let me tell you about something.. :
Ketika kamu mulai bertanya tentang keberadaan dirimu di dunia ini, ingatlah kapan kamu merasa seperti itu. Saat bahagia? Saat sedang mendapatkan keajaiban? atau disaat kamu merasa rendah, tidak bisa berbuat apa-apa? Ketika ditinggalkan oleh orang terdekatmu? Ketika merasa tidak diperhatikan? atau seperti aku, disaat kamu sendiri, saat sunyi.

I might be not gonna talk about sweet cherish moment or even a sentimental things's. We need a balance, aren't we? So I'm gonna be a lil bit serious and please, give a moment for yourself by asking this: 'What do you want the MOST?', 'Why you still live until today?', 'BERAPA BANYAK WAKTU YANG KAMU PUNYA?'

Despite all the wondering about the reason of MY existance, I met my friend. A man, who want to do everything he have in his mind. Being success, be famous, make his family proud of him, make everybody notice him whenever he goes around.
I want to be like that too!

Kenapa tiba-tiba arah pembicaraannya jadi berat, gw juga gak tahu. Awalnya cuma bahas makanan padahal. Tapi ketika makanan udah abis, minum udah di refill berpuluh kali, ternyata pertanyaan tadi muncul. Ketika pertanyaan itu muncul, ada satu hal yang jelas; ada rasa takut. Super takut. Ketika menyadari apa yang telah dilakukan dalam satu hari. Rasanya takut, karena kita gak pernah tahu hari esok. Kita bakal kayak apa, kita bakal ketemu siapa, dapet apa, kehilangan apa, jatuh cinta sama siapa atau sakit hati karena apa. Misteri.

Terus gw baca postingan path, detailnya gw lupa tapi intinya kayak gini:
Suatu hari nanti, orang lain akan lupa kalau kita pernah ada.
Suatu hari nanti, orang lain belum tentu ingat kalau kamu pernah ada di tempat tertentu.
Orang lain gak akan inget kamu pernah ngomong apa ke siapa.
Kalau kayak gitu, apa kamu bakal diinget sama orang?
Gimana caranya kamu bakal diinget sama orang lain ketika kamu gak ada?
You don't want to be remembered as a person who acted so cruel or talked so harsh.
Terus kenapa masih pasang muka yang bisa ngebuat orang satu RT balik ngejudesin kamu?

You have today, so doing good anyway. Because you might not be see the things like these tomorrow.
You still have a money and health, be happy anyway.
You still have a friends to hang out, hang out anyway.
You still have a work, do it anyway.
You still have a parents, a family, hug them anyway.
You feel something ticklish, laugh anyway.
You feel down when facing a problem, smile anyway.
You feel sad and hurt so much, then wipe your tears and get yourself together.
You still have yourself and better that yesterday, enjoy it, share it.
You still have yourself but maybe not as good as yesterday, then do as best as you could today.
If you have a dream, then pursue it anyway. Make it happen.


Because we have our own reason to be exist in this world, then it's in your hand, either you want to be remembered as a good human being or not, as a popular person or not, as a successful man or not, etc.

If you have one more day, what would you do?


P.S: Postingan ini ketahan di draft, hampir setahunan. Belum di post karena gue juga masih belum dapet jawabannya dan belum mampu nerusin nulisnya. Maybe now is a right time to post, we never know what gonna happen tomorrow.

Wednesday, February 12, 2014

still going on and will be stronger

hello..
how's life?
I guess some of you already have your dream comes true.
that's relieving, isn't it? :)
all your effort had paid off.

I bet some of us facing a bumpy road to reach the goals, the dreams..
me too.. :)
I don't think that these month is my month.
I have too work extra hard, also adding a little calm powder here. It's really that hard for me.

Even my friend searching a chinese's lucky charm, to know what color she should wear this year.
Surprisingly, at that chinese date, I have to slowing down my pace, taking a breath, not rushing anything.
And you know what? Somehow, I trust that prophecy! ha!
Why? Bcos last year is really a busy year. I don't even realized what I want, what I really wanna do.

Eventhough you think that these days are bad, or worse, don't even give up.
Remember that you can always taking a rest, but you won't stop.
Keep moving on.
:)